
MAKASSAR – UPT SPF SMP Negeri 12 Makassar terus memperkuat budaya literasi sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Melalui program literasi yang inovatif, sekolah tidak hanya membiasakan siswa gemar membaca, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis, mengembangkan daya nalar, serta mampu mengungkapkan ide dan gagasan berdasarkan apa yang telah dibaca.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah UPT SPF SMPN 12 Makassar, Dra. Hj. Habiba, M.Pd., saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (6/8/2026).
Menurutnya, budaya membaca harus kembali ditumbuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang membuat minat baca anak-anak cenderung menurun.
“Filosofinya sederhana, siapa yang banyak membaca, dialah yang akan menguasai dunia. Di era kemajuan teknologi sekarang ini, anak-anak mulai kurang memperhatikan kegiatan membaca. Karena itu saya ingin membangkitkan budaya literasi bagi seluruh warga SMPN 12 Makassar, baik siswa maupun guru,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, sekolah telah menjalankan program literasi setiap hari Rabu sebelum proses pembelajaran dimulai. Seluruh siswa yang mengikuti pelajaran pada jam pertama diwajibkan mengikuti kegiatan literasi selama kurang lebih 40 menit.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu membaca buku selama 10 menit. Setelah itu, mereka diminta mengungkapkan kembali isi bacaan menggunakan bahasa dan pemahaman mereka sendiri. Tahap berikutnya, siswa menuliskan hasil pemikiran tersebut dalam bentuk tulisan.
Menurut Habiba, metode ini sengaja dirancang agar peserta didik tidak sekadar menyalin isi buku, tetapi mampu mengembangkan daya nalar, memahami informasi, serta menyampaikan kembali hasil bacaannya dengan sudut pandang masing-masing.
“Kami ingin merangsang kemampuan berpikir anak-anak. Setelah membaca, mereka mengungkapkan isi bacaan dengan kata-kata sendiri, kemudian baru menuliskannya. Dengan begitu, setiap anak akan memiliki hasil pemikiran yang berbeda meskipun membaca buku yang sama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan menulis peserta didik.
Program literasi tersebut telah berjalan sejak Habiba mulai memimpin SMPN 12 Makassar dan menjadi salah satu program prioritas sekolah.
Bahkan, ke depan pihaknya berencana menyusun standar operasional prosedur (SOP) agar setiap orang yang beraktivitas di lingkungan SMPN 12 Makassar memiliki kebiasaan meluangkan waktu untuk membaca.
Selain membaca buku, program literasi juga mencakup pembiasaan membaca Al-Qur’an sesuai kebutuhan peserta didik sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah.
Habiba menjelaskan bahwa budaya literasi kini menjadi bagian dari visi baru sekolah, yakni mewujudkan insan yang berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan.
“Prioritas kami adalah membangun budaya literasi terlebih dahulu. Setelah itu pembentukan karakter. Kami ingin seluruh warga sekolah saling menghargai, saling menghormati, dan memahami satu sama lain. Itulah fondasi pendidikan yang ingin kami bangun,” katanya.
Tak hanya fokus pada literasi, SMPN 12 Makassar juga memiliki agenda pembinaan karakter dan pengembangan kompetensi siswa yang dijalankan secara terjadwal setiap pekan.
Hari Senin dimanfaatkan untuk pembinaan bersama wali kelas, Selasa diisi kegiatan kerja bakti dan pembiasaan menjaga lingkungan sekolah, Rabu menjadi hari literasi, Kamis difokuskan pada pendampingan karakter oleh guru wali, sedangkan Jumat diisi kegiatan kokurikuler.
Pada kegiatan kokurikuler, siswa diperkenalkan dengan berbagai keterampilan praktis berfokus pada urban farming termasuk pembelajaran bercocok tanam.
Setelah mendapatkan materi teori dan pengenalan alat, peserta didik mulai mempraktikkan proses penyemaian sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Di sisi lain, sekolah juga membiasakan siswa menjaga kebersihan melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan setiap hari Selasa. Dalam kegiatan tersebut, siswa dibimbing untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Kepala SMPN 12 Makassar, seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung visi sekolah dalam mewujudkan peserta didik yang berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Habiba berharap seluruh rangkaian program tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya belajar yang berkelanjutan di era digital. (Tim)
