Teropongdunia : MAKASSAR — Seorang pemuda bernama Rafli alias Pengnge tewas setelah mengalami luka tembak dalam insiden yang terjadi di Lorong Almarkaf, KelurahaPemuda Tewas Ditembak di Lorong Almarkas Makassar, Keluarga Desak Polisi Ungkap Pelakun Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Peristiwa Pemuda Tewas Ditembak di Lorong Almarkas Makassar, Keluarga Desak Polisi Ungkap Pelakutersebut mengakibatkan keresahan warga di sekitar lokasi. Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap kronologi lengkap, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban saat itu sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya. Keluarga menyebut korban tidak sedang terlibat persoalan sebelum insiden terjadi.
Kronologi kejadian disebut bermula ketika sejumlah sepeda motor memasuki kawasan lorong dengan kondisi saling mengejar. Tak lama kemudian, warga mendengar suara tembakan yang membuat suasana menjadi panik.
Warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan berhamburan mencari tempat perlindungan setelah mendengar suara tembakan.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi mengalami luka tembak pada bagian punggung sebelah kiri. Menurut keterangan keluarga, luka tersebut menembus hingga mengenai bagian jantung.
Korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dan kerabat ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari, Kodaeral VI. Namun, setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan tidak dapat diselamatkan akibat luka yang dideritanya.
Keluarga Pertanyakan Identitas Pelaku
Pihak keluarga mengaku hingga kini belum memperoleh informasi mengenai identitas pihak yang diduga melakukan penembakan.
Keluarga juga telah mempertanyakan perkembangan penanganan perkara kepada pihak kepolisian, termasuk Polsek Tallo dan Polsek Bontoala.
Mereka berharap aparat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap siapa pelaku, apa motifnya, serta bagaimana rangkaian peristiwa hingga korban meninggal dunia.
Keluarga juga meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.
Sementara itu, penetapan tersangka maupun pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Pengungkapan kasus diharapkan dapat dilakukan berdasarkan keterangan saksi, rekaman kamera pengawas apabila tersedia, hasil visum dan pemeriksaan medis, proyektil maupun barang bukti lainnya, serta alat bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai identitas pelaku dan motif penembakan masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat kepolisian.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak kepolisian, keluarga korban, maupun saksi yang mengetahui langsung kejadian tersebut untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.
Redaksi**
