Yogyakarta, 30 Juli 2026 – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menggelar Sosialisasi Senam Jogja bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat Sekolah Dasar se-Kota Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Yogyakarta, Kamis (30/7/2026), menjadi langkah awal memperluas implementasi Senam Jogja di lingkungan pendidikan.
Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki, menjelaskan bahwa KORMI memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan masyarakat agar gemar berolahraga sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Senam Jogja merupakan salah satu inovasi hasil kolaborasi KORMI Kota Yogyakarta bersama Disdikpora Kota Yogyakarta dalam menghadirkan olahraga yang mencerminkan karakter dan budaya daerah.
Ia menilai guru PJOK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan Senam Jogja kepada para pelajar. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh manfaat kebugaran jasmani, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap gerakannya.
“Kami berharap seluruh guru PJOK dapat mengajarkan Senam Jogja di sekolah masing-masing sehingga para siswa siap mengikuti Lomba Peragaan Senam Jogja yang direncanakan menjadi agenda bersama KORMI Kota Yogyakarta dan Disdikpora Kota Yogyakarta pada tahun mendatang,” ujar Septi.
Plt. Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Agus Trimardi, S.I.P., M.Acc., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Yogyakarta melalui pendidikan sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan peserta didik.
Menurut Agus, setelah guru PJOK tingkat SD mendapatkan pembekalan, kegiatan serupa akan dilaksanakan bagi guru PJOK tingkat SMP. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penerapan Senam Jogja di seluruh satuan pendidikan di Kota Yogyakarta.
Dalam sesi materi, koreografer Senam Jogja, Umi Haryani, S.Pd., M.Or., menjelaskan filosofi, makna, dan teknik gerakan Senam Jogja yang memadukan unsur olahraga, seni, serta budaya lokal. Seluruh peserta kemudian mengikuti praktik gerakan secara langsung yang dipandu oleh Umi bersama para instruktur dari pengurus KORMI Kota Yogyakarta sehingga tercipta keseragaman gerakan saat diterapkan di sekolah.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Antusiasme para guru semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize yang menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat selama kegiatan berlangsung.
Melalui sosialisasi ini, KORMI Kota Yogyakarta dan Disdikpora Kota Yogyakarta berharap Senam Jogja dapat berkembang menjadi ikon olahraga masyarakat yang mengakar di lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, semangat hidup sehat, dan kebanggaan sebagai warga Kota Yogyakarta. (LH)
