GOWA, SULSEL — Direktur Pusat Kajian Advokasi dan Anti Korupsi (PUKAT) Sulawesi Selatan, Farid Mamma, S.H., M.H., menyambangi kediaman seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang disebut hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Farid mengetahui kondisi tempat tinggal pegawai BPN bernama Didin yang dinilai jauh dari kondisi rumah yang layak. Dalam kunjungan itu, Farid juga memberikan sedikit rezeki sebagai bentuk kepedulian kepada Didin dan keluarganya.
Rumah yang ditempati Didin bersama istri dan lima anaknya tersebut merupakan rumah milik saudaranya. Didin mengaku telah menempati rumah itu sejak sebelum menikah hingga saat ini.
“Saya tinggal di sini sejak sebelum menikah. Saya menikah juga di sini,” ujar Didin saat ditemui.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah bagian rumah terlihat membutuhkan perhatian. Kondisi dapur dan kamar mandi tampak sederhana, sementara beberapa bagian bangunan juga disebut mengalami kerusakan dan kebocoran.
Kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Didin merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mengabdi di lingkungan BPN sejak 2014.
Meski berstatus sebagai aparatur sipil negara, Didin mengaku selama ini tetap menjalani kehidupannya dengan kondisi yang ada. Ia juga tidak banyak menceritakan keterbatasan ekonomi yang dialaminya kepada orang lain.
Didin mengaku memilih tetap bekerja dan menjalankan tugasnya dengan baik tanpa memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
“Saya orangnya tidak sampai hati. Saya orangnya membantu,” kata Didin.
Farid Mamma yang melihat langsung kondisi kediaman Didin mengaku prihatin. Menurutnya, kondisi seorang pegawai terkadang tidak dapat dilihat hanya dari penampilan atau aktivitasnya ketika berada di tempat kerja.
“Di luar kita melihat beliau bekerja, berkomunikasi dan menjalankan tugas dengan baik. Tetapi ketika melihat kondisi rumahnya, ternyata ada kehidupan yang selama ini mungkin tidak diketahui banyak orang,” ujar Farid.
Menurut Farid, seorang pegawai yang telah mengabdikan diri kepada negara juga layak mendapatkan perhatian ketika menghadapi kondisi kehidupan yang sulit.
Ia berharap kondisi yang dialami Didin dapat menjadi perhatian pimpinan BPN, khususnya di Kabupaten Gowa.
“Kita harus memanusiakan manusia. Pak Didin sudah mengabdi sebagai pegawai. Saya berharap ada perhatian dari pimpinan terhadap kondisi beliau,” katanya.
Farid menegaskan, kepedulian tersebut bukan dimaksudkan untuk mencampuri urusan pribadi maupun pekerjaan Didin, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial setelah melihat langsung kondisi tempat tinggalnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farid juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada Didin sebagai bentuk kepedulian dan berbagi rezeki.
Sementara itu, Didin mengaku tetap bersyukur dan berusaha menjalani kehidupannya bersama keluarga meski dalam keterbatasan.
Ia berharap dapat terus menjalankan tugas sebagai pegawai dengan baik dan memenuhi kebutuhan keluarganya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Kondisi rumah Didin tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait, khususnya dalam melihat aspek kesejahteraan aparatur yang telah menjalankan tugas dan pengabdiannya selama bertahun-tahun.
