Teropongdunia : MAKASSAR — Baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H., memilih membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Ia menyambangi Kedai Maharani di Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, dan bertemu dengan sejumlah warga.
Kompol Muhammad Idris resmi menjabat sebagai Kapolsek Tamalate sejak 21 Agustus 2026. Kunjungannya ke Kedai Maharani dilakukan dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Muhammad Idris juga bertemu dengan Direktur PUKAT Sulawesi Selatan, Farid Mamma, S.H., M.H., serta sejumlah masyarakat Maccini Sombala.
Pertemuan berlangsung tanpa suasana formal. Kapolsek Tamalate tampak berbaur dan berdialog langsung dengan warga.
Bangun Komunikasi Sejak Awal Bertugas
Direktur PUKAT Sulawesi Selatan, Farid Mamma, mengatakan, langkah Kompol Muhammad Idris tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat sejak awal menjalankan tugas di wilayah Tamalate.
“Beliau baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolsek Tamalate, tetapi sudah menyempatkan diri hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat. Menurut saya, pola seperti ini sangat baik untuk terus dikembangkan,” ujar Farid Mamma.
Menurut Farid, seorang Kapolsek tidak hanya dituntut menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga perlu memahami kondisi sosial masyarakat di wilayahnya.
“Masyarakat membutuhkan aparat yang hadir, bukan hanya ketika ada persoalan. Duduk bersama, berbicara, mendengar dan menyapa warga merupakan bagian dari membangun kepercayaan,” katanya.
Dinilai Bisa Menjadi Contoh bagi Kapolsek Lain
Farid menilai, kunjungan Kompol Muhammad Idris tersebut dapat menjadi contoh pendekatan yang lebih dekat dan humanis bagi jajaran kepolisian lainnya.
“Saya kira ini bisa menjadi contoh bagi Kapolsek yang lain. Tidak harus selalu dalam forum resmi. Dengan duduk bersama masyarakat, berdialog secara langsung dan membangun silaturahmi, seorang Kapolsek bisa lebih dekat dengan warga sekaligus memahami kondisi di wilayahnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, komunikasi langsung antara aparat dan masyarakat dapat membuka ruang yang lebih luas bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
“Kalau komunikasi sudah terbangun dengan baik, masyarakat akan lebih terbuka menyampaikan persoalan. Polisi juga akan lebih mudah memahami kondisi masyarakat secara langsung,” tambah Farid.
Kedai Menjadi Ruang Silaturahmi
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa ruang-ruang sederhana di tengah masyarakat dapat menjadi tempat membangun komunikasi antara aparat dan warga.
Kedai Maharani menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan Kapolsek Tamalate, Direktur PUKAT Sulawesi Selatan dan sejumlah warga dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Farid berharap komunikasi seperti ini dapat terus dilakukan dan tidak berhenti sebagai kunjungan awal.
“Mudah-mudahan ini bukan hanya kunjungan awal, tetapi menjadi budaya komunikasi yang terus terjaga. Polisi dan masyarakat bukan dua pihak yang terpisah. Keduanya harus berjalan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tutup Farid Mamma.
Kehadiran Kapolsek Tamalate di tengah masyarakat beberapa hari setelah menjabat menunjukkan bahwa membangun keamanan juga dapat dimulai dari hal sederhana: hadir, menyapa, duduk bersama dan mendengarkan masyarakat.
Redaksi**
